SVG ke PNG: Kapan Menggunakan Setiap Format
SVG dan PNG memiliki tujuan yang berbeda, dan memahami kapan harus menggunakan masing-masing membuatnya lebih terarah.
SVG (Scalable Vector Graphics) bersifat independen terhadap resolusi — tampil sempurna di ukuran berapapun karena menggambarkan bentuk secara matematis, bukan menyimpan piksel. SVG sangat cocok untuk logo, ikon, ilustrasi, dan aset apa pun yang harus ditampilkan di berbagai ukuran. File-nya juga XML yang bisa dibaca manusia, sehingga bisa digayakan dan dianimasikan dengan CSS dan JavaScript.
PNG (Portable Network Graphics) adalah format raster — kumpulan piksel tetap pada resolusi tertentu. Mendukung kompresi lossless dan transparansi full alpha-channel, itulah mengapa PNG menjadi standar untuk ikon web, aset aplikasi, dan gambar yang harus tampil di platform yang tidak mendukung SVG (klien email, beberapa platform CMS, aplikasi lama).
Kapan PNG adalah pilihan yang tepat
- Template email — sebagian besar klien email tidak merender SVG secara konsisten
- Ketentuan ikon app store dan OS — iOS, Android, dan macOS memerlukan PNG dengan dimensi piksel tertentu
- Upload media sosial — platform menerima PNG secara universal, tapi dukungan SVG tidak konsisten
- Figma dan serah terima desain — aset PNG lebih mudah dipakai developer yang tidak mengerjakan SVG tooling
- Platform pihak ketiga — CMS, platform iklan, dan alat analitik sering menerima PNG tapi tidak SVG
